Permainan Tradisional Yang Sudah Jarang Dimainkan
Di
masa kini, sudah jarang anak-anak yang memainkan permainan tradisional. Kebanyakan
dari mereka beralih memainkan permainan yang tersedia di ponsel dan perangkat
elektronik lainnya. Orangtua juga cenderung mudah panik jika anak mereka pulang
dalam keadaan kotor setelah bermain. Padahal, bermain di luar memiliki banyak
manfaat untuk perkembangan fisik dan motorik anak. Permainan tradisional tidak
hanya mengandalkan kemampuan otak, tetapi juga fisik. Berikut adalah beberapa
permainan tradisional yang sudah jarang dimainkan:
· Gatrik
Gatrik
merupakan permainan tradisional khas Indonesia yang menggunakan bamboo sebagai
media bermain. Permainan yang biasanya dimainkan di tanah yang datar dan luas
ini memiliki beberapa hal yang dapat membuat adrenalin para pemainnya terpacu. Seperti
saat menjungkit bambu kecil yang akan dipukul. Hal ini membutuhkan konsentrasi
tinggi untuk mencegah melesetnya titik bambu yang akan dipukul. Selain itu, saat
menangkap bambu yang dilontarkan oleh tim lawan. Selain membutuhkan konsentasi
yang tinggi, permainan ini juga membutuhkan ketangkasan tubuh yang cakap.
· Adu Klingsi
Klingsingan
merupakan permainan dengan menggunakan biji buah asam (klingsi). Sebelum digunakan,
klingsi ini terlebih dahulu dibelah menjadi dua bagian dan ditempelkan ke
sebuah keramik atau kaca. Untuk melekatkan klingsi ke keramik, pemain tidak
diperbolehkan menggunakan lem atau perekat sintetis. Sebagai gantinya, pemain
bisa menggunakan getah pohon, nasi, atau putih telur. Pemain yang klingsinya
melekat paling lama di keramik akan menjadi pemenangnya.
· Bakiak
Permainan
ini menggunakan media berupa kayu panjang yang ditempeli penyangga hingga
berbentuk seperti sendal. Berasal dari Sumatra Barat, permainan ini juga dikenal
dengan sebutan terompa galuak. Untukk memainkan permainan ini, diperlukan tiga
hingga lima orang yang mengenakan satu baiak yang sama. Meskipun terdengar
mudah, permainan ini sangat bergantung pada Kerjasama antar kelompok dan ketangkasan
setiap pemain. Jika salah satu pemain tidakdapat melangkah di waktu yang sama
dengan pemain lainnya, besar kemungkinan seluruh pemain akan oleng dan berujung
tersngkur karena tidak mampu menjaga keseimbangan.
· Ketapel
Selain
sebagai permainan, ketapel juga dapat digunakan untuk berburu berbagai macam
benda yang berada di ketinggian, seperti manga, jambu, hingga mengambil sandal
yang tersangkut di pohon. Alat ini terbuat dari cabang pohon yang berbantuk
seperti huruf Y dan diikatkan karet di masing masing ujungnya. Dibutuhkan batu
atau benda kecil dan keras yang bisa dipergunakan sebagai peluru. Permainan ini
membutuhkan kemampuan membidik dari setiap pemainnya.
Andin
Danaryati
andin.danaryati.tgp19@mhsw.pnj.ac.id



Komentar
Posting Komentar