5 Benda Sehari-Hari yang Berbahaya di Abad 18
| Source: Freepik |
Hidup selalu penuh tantangan dan perubahan. Selama beberapa abad terakhir, perkembangan ilmu pengetahuan terjadi sangat cepat, menghasilkan banyak penemuan dan inovasi baru yang diciptakan untuk memudahkan kehidupan manusia. Kamu tentu tahu bahwa para wanita pernah memoles wajah dengan bahan kimia berbahaya yang merusak kulit pada abad 18. Ternyata, masih banyak lagi benda sehari-hari yang ternyata berbahaya bagi manusia. Apa saja, ya? Mari baca ulasan di bawah dan cari tahu!
·
Roti dengan Tawas
Roti merupakan salah satu bahan
makanan pokok yang dikonsumsi oleh penduduk Eropa. Pada saat ini, banyak hal
yang mulai diproduksi secara besar-besaran. Untuk memaksimalkan keuntungan,
banyak pabrik yang mulai mengganti bahan baku ke yang lebih murah. Penjual roti
menggunakan tepung kacang dan tawas guna membuat roti terlihan lebih putih dan
menambah berat roti. Tawas sendiri merupakan bahan yang biasa kamu temukan di dalam
deterjen. Penggunaan tawas di dalam roti yang dikonsumsi sehari-hari tidak
hanya membuat tubuh kekurangan gizi, tapi juga menghasilkan banyak masalah usus
seperti diare kronis, yang akan berakibat fatal bagi anak-anak.
·
Susu dengan Boraks
Sebuah buku popular tentang cara
merawat rumah pada akhir abad 18 menyarankan pembacanya untuk ‘memurnikan’ susu
yang hendak diminum dengan larutan boraks. Hal ini dianggap tidak berbahaya,
dan tips yang tertera di buku ini menjadi sangat popular sehingga dari 20.000
sampel susu yang diedarkan tahun 1882, seperlimanya tela ditambahi larutan
boraks. Padahal, boraks dapat menyebabkan mual, muntah, sakit perut, hingga
diare. Selain itu, produk susu segar yang diedarkan tidak dipasteurisasi terlebih
dahulu. Jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama, bakteri yang terkandung di dalam
susu dapat merusak organ dalam dan tulang belakang. Sekitar 500 ribu anak
diperkirakan meninggal akibat minum susu yang tidak dipasteurisasi pada saat
itu.
·
Toilet yang meledak
Tahukah kamu bahwa limbah
kotoran yang kamu buang setiap hari dapat mengancam nyawa? Kotoran yang kamu
buang memiliki gas bernama metana, yang jika dibiarkan bertumpuk di dalam ruang
tertutup dalam waktu lama, dapat bocor keluar ruangan. Api dapat memicu adanya
ledakan dari gas tersebut. Pada abad 18, sistem pembuangan kotoran masih sangat
sederhana. Terlebih, seluruh kegiatan manusia masih bergantung pada api; untuk
memasak, hingga penerangan karena listrik belum ditemukan. Ledakan gas yang
berasal dari toilet bukan merupakan hal yang jarang ditemukan.
·
Tangga yang Berbahaya
Siapa sangka tangga bisa menjadi
hal yang berbahaya di rumah rumah kuno abad 18? Banyaknya pembangunan yang
terjadi membuat banyak orang abai akan pentingnya kenyamanan dalam membuat
tangga. Tangga seharusnya tidak dibuat terlalu curam atau terlalu landai. Ada
standar tersendiri bagi arsitek untuk mengukur ruang yang akan digunakan untuk
membuat tangga. Tangga yang curam akan membuat orang mudah lelah dan
tergelincir, apalagi jika pijakannya tidak terlalu lebar. Para pelayan di rumah
para bangsawan pada abad 18 harus merasakan pahitnya menaiki tangga yang curam
dalam balutan gaun panjang. Resiko tergelincir dan mengalami patah tulang
sangat tinggi akibat abainya masyarakat akan pentingnya tangga yang nyaman.
·
Kulkas
Tahukah kamu bahwa kulkas telah
ada sebelum listrik ditemukan? Untuk menjaga makanan tetap segar, biasanya orang
meletakkan makanan di dalam peti berisi es. Setelah penemuan kulkas, barang
yang saat itu dianggap sebagai barang mewah ini mulai memasuki rumah keluarga
bangsawan. Namun, sistem pendingin yang digunakan terhadap kulkas itu masih
menggunakan banyak gas berbahaya, seperti ammonia, metil klorida, dan sulfur
dioksida, yang dapat merusak sistem pernapasan hingga kematian.


Komentar
Posting Komentar