Gerhana Bulan: Mitos dari Nenek Moyang
| Source: Freepik |
Gerhana merupakan salah satu fenomena antariksa yang dapat dinikmati dari berbagai belahan dunia. Hal ini terjadi karena lintasan bumi, matahari, dan bulan berada dalam satu garis lurus. Ada dua jenis gerhana, yakni gerhana matahari dan gerhana bulan. Pada 19 November 2021, gerhana bulan sebagian terjadi selama 3 jam 28 menit. Menurut NASA, ini merupakan durasi terlama terjadinya gerhana dalam 100 tahun terakhir. Namun, tahukah kamu bahwa ada banyak mitos seputar terjadinya gerhana bulan? Jika belum tahu, coba lihat ulasan di bawah ini, ya!
Gerhana bulan seringkali
diartikan sebagai pertanda buruk bagi banyak suku di peradaban kuno. Bagi
masyarakat suku Inca, misalnya. Salah satu mitos tentang gerhana bulan adalah
tentang seekor jaguar yang menyerang dan melahap bulan. Karena jaguar tersebut
menyerang bulan, fenomena gerhana bulan merah diartikan oleh bulan yang terluka
karena serangan jaguar tersebut. Hal yang dikhawatirkan oleh masyarakat suku
Inca adalah, jika jaguar tersebut berhasil menyerang bulan, dia akan turun ke
bumi dan menyerang penduduknya. Untuk mencegah hal ini terjadi, mereka akan
membuat bunyi-bunyian yang membuat jaguar tersebut tidak turun kebumi. Seperti
berteriak, menguncang tombak, hingga cara kasar seperti memukul anjing mereka
agar melolong.
Bangsa kuno ini menganggap
terjadinya gerhana bulan sebagai bentuk siksaan terhadap bulan. Namun, alih-alih
jaguar, yang menyiksa bulan dalam pandangan bangsa Mesopotamia Kuno adalah
tujuh iblis. Bagi bangsa kuno ini, segala hal yang terjadi di angkasa berhubungan
dengan apa yang terjadi di bumi. Karenanya, ketika gerhana bulan terjadi,
mereka beranggapan bahwa gerhana bulan merupakan pertanda buruk bagi raja
mereka. Untuk mengantisipasi hal ini, mereka akan menempatkan raja palsu selama
gerhana berlangsung. Sementara, raja asli mereka akan menyamar sebagai orang
biasa.
Suku asli Amerika ini memiliki
anggapan yang cukup berbeda dari suku-suku sebelumnya. Bagi mereka, bulan
memiliki 20 orang istri dan banyak binatang peliharaan, kebanyakan adalah singa
gunung dan ular. ketika gunung tidak membawa banyak makanan untuk dimakan, binatang
peliharaan tersebut akan menyerang bulan dan membuatnya terluka. Saat itulah
gerhana bulan terjadi. Gerhana akan berakhir ketika para istri bulan datang
untuk melindunginya, mengobati luka dan merawatnya hingga sembuh.
Bagi masyarakat Cina kuno,
gerhana bulan dan matahari merupakan pertanda dari surga yang menjadi penentu
nasib dari kaisar yang sedang memimpin. Di mitologi cina sendiri, gerhana bulan
digambarkan ketika seekor naga menyerang bulan. Tradisi masyarakat cina kuno
adalah menabuh drum dan kuali serta alat-alat lain uang menghasilkan suara
keras untuk menakut-nakuti naga tersebut.


Komentar
Posting Komentar